Jumat, 29 Maret 2019

Bismillahirrahmanirrahim...

Hari ke-2
Game Level 1 Kelas Bunda Sayang Batch #5
Institut Ibu Profesional



Sejak saya menikah, saya memilih untuk bekerja di ranah domestik dan membersamai tumbuh kembang anak-anak saya. Menemani bermain salah satunya. Saya senang sekali bermain boneka bersama mereka, bermain mobil-mobilan, dan juga membaca buku bersama. Namun, energi anak dan energi orang dewasa itu tidak sama. Sungguh. Mereka bisa bermain loncat-loncatan ber jam jam tanpa lelah. Mengeluarkan semua buku dari rak buku. Mengobrak-abrik barang dirumah, lalu saya bereskan, lalu berantakan lagi hanya dalam hitungan detik! Waw… Ketika saya sudah selesai membereskan rumah dan saya tinggalkan mereka untuk memasak sebentar, ruang bermain pasti berantakan sekali. Haha. Tidak apa-apa, insya Allah saya ikhlas. Memang pekerjaan anak-anak ya bermain.. Benar kan?



Namun bagaimana caranya agar saya tidak stress rumah berantakan terus? Ada caranya.. Yang pertama pasti harus mengendalikan emosi. Inhale.. Exhale.. Tarik nafas dan tersenyum. Lalu dengan intonasi suara yang ramah, minta anak kita membantu membereskan mainannya setelah bermain. Bahkan anak umur 2 tahun juga sudah bisa lo mengerti dan mematuhi instruksi. Tipsnya adalah yang pertama, pilih kata yang simple dan sederhana. Hindari kalimat yang panjang dan cepat, istilah kerennya adalah ngomel. Mereka tidak akan paham. Mereka tidak akan mengerti kita ngomong apa. Lha sia-sia kan energi kita terbuang cuma untuk bicara yang tidak bisa dimengerti anak. Pilih kata yang simpel. Contohnya, “Tolong crayonnya masukkan ke kotak pensil ya”. Berhenti dulu bicara sampai anak kita melaksanakan instruksi pertama. Amati apakah dia bisa melakukan instruksi kita. Kalau dia terlihat kebingungan, contohkan. Setelah selesai, baru beri instruksi yang kedua. Begitu seterusnya. Beri pujian secukupnya ketika anak mau menjalankan instruksi dari kita.



Tips ini sering saya terapkan kepada anak-anak saya. Alhamdulillah sejauh ini berhasil. Jika belum berhasil bagaimana? Ya, tidak apa-apa. Mungkin anak kita sedang dalam tahap observasi. Kita contohkan saja. Kita bereskan sendiri sambil kita ajak terus anak kita mengikuti instruksi kita.



"Bagi dunia aku hanyalah seorang ibu, tapi bagi anakku, akulah dunianya"



#hari2

#gamelevel1

#tantangan10 hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbundasayang

@institut.ibu.profesional

Kirim pesan kamu disini....

Dyarilonia . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates