Minggu, 05 Desember 2010

Ketika ditanya, dari mana saya berasal, saya selalu menjawabnya dengan "Banyuwangi". Mungkin disinilah saya dibesarkan ketika saya bisa mengingat dengan sempurna setiap detik kejadiannya. Bukannya di "Lampung", tempat dihabiskannya 10 tahun awal hidup saya. Meski akhirnya mulai tahun depan (yang tinggal menghitung hari) saya harus berpindah lagi ke "Jogja".

Banyuwangi,
Di bawah langitnya lah saya hidup,
dengan ribuan semut-semut merah 
yang merangkak di pohon mangga depan rumah

Banyuwangi,
Dalam dekapannyalah saya bertemu
dengan teman-teman yang hebat
dengan cinta yang membuat dada bergetar
dengan bapak ibu guru yang penuh kasih
yang jiwanya besar tiada terganti

Banyuwangi,
Di sisinya saya tumbuh
menjadi remaja hiperaktif yang selalu ingin 
mengicip manisnya kemenangan
dan rujak soto serta nasi tempong
ketika perut saya keruyukan sehabis pulang sekolah

Saya rindu,
Dengan ketenangan kota kecil yang sama sekali tidak ada mall di tengahnya
Saya selalu merasa seperti Chen Ling,
ketika mengebut dan membelah jalanmu yang lengang (dan gak macet) bersama si item tercinta.

Saya akan pindah ke kota yang panas,
Dan hiruk pikuk ditengahnya,
Mall yang besar,
dan kantor pos yang megah,
Malioboro,
Dan Gunung merapi.

Saya akan rindu kamu,
Banyuwangi.

Kamis, 02 Desember 2010


Setelah postingan tentang beberapa teman hebatku di ITP 45 di postingan yang Cerita di secangkir cita , sekarang versi update-nya. Judulnya ada tambahan JA Titannya. Apaan tu? Yuk mari dibaca..

Kejadiannya terjadi pada hari kamis -02 Desember 2010- dan waktu menunjukkan pukul 12.00 di Ruang Kuliah SC Perbis ketika kami (Saya, Momoji, Victory -cari bahasa arabnya victory, pasti tau siapa orangnya deh-, Bli Bali dan Neng Sunda *susah cari nama samaran euy. Hehe) berbincang lagi tentang beberapa teman hebat di ITP 45. Setelah sebelumnya saya dibingungkan dengan materinya yang menurut saya cukup berat yaitu tentang Cashflow yang ternyata tidak semudah yang dibayangkan, heu.. , dan ketika kami sedang berdebat tentang cara menentukan HPP (Harga Pokok Produksi) tiba-tiba si Neng Sunda nyeletuk " Klo pengalamanku kemarin sih ketika kita mau menentukan HPP itu, cari posisi yang di tengah, jadi ketika ada keadaan yang fluktuatif, kita bisa main-main di situ. Gitu si, klo yang aku mainin kemaren."

"Mainin? Apanya yang dimainin" Aku bertanya dalam hati.

"Oh..Itu ya.. J- apa gitu?" Sahut Momoji

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Copyright (c) 2010 Dyarilonia. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.