Kamis, 08 Desember 2011

Beberapa hari yang lalu, setelah mencoba pancake menu breakfast dari KFC, saya ingin mencoba membuat pancake sendiri..
Seperti sebelum-sebelumnya, merencanakan memasak itu membuat saya sangat bahagia. Apalagi ketika sudah jadi pancakenya, semua pada suka. Seneeenggg :)

Ini dia penampakan pancake yang saya buat kemarin :



Resepnya :



Ingredients:
200 gram tepung terigu
2 sdt Baking Powder
4 sdm gula pasir
2 butir telur, pisahkan kuning dan putihnya
1 sdt garam
250 ml susu UHT plain
3 sdm margarin lelehkan
1/2 sendok teh air jeruk lemon
harusnya pake buttermilk. tapi karena gak ada yg jual (di sekitar kampus) dan mahal, saya skip ^^
Madu, sirup maple, karamel, selai atau keju untuk toppingnya.

Caranya:

1Tambahkan 1/2 sendok teh air jeruk lemon ke dalam susu UHT, biarkan beberapa menit sampai menggumpal
2. Campur susu UHT dan kuning telur, aduk rata. Masukkan margarin leleh, aduk rata.
3. Campur terigu, maizena, baking powder dan gula, aduk rata
4. Tuang campuran susu ke campuran tepung, aduk rata
5. Kocok putih telur dan garam sampai mengembang kaku (pake hand mixer)
6. Masukkan kocokan putih telur ke dalam adonan tepung, aduk rata
7. Diamkan selama 20 menit
8. Panaskan wajan antilengket, tuangkan 2-3 sdm adonan ke wajan (kalo saya si pake wajan cekung biasa, lebih baik pakai teflon)
9. Kalau adonan sudah tampak berlubang-lubang dan dasarnya kecoklatan, balik.
10. Pakai api kecil supaya pancake tidak cepat gosong
11. Angkat, tumpuk-tumpuk, siram dengan Madu, sirup maple, karamel, selai atau keju untuk toppingnya
12. TADA! Selamat makan. Jangan lupa berdoa dulu dan bagi ke teman-teman ya :)



NB : maaf ya teman-teman yg belom kebagian, kapan-kapan saya bikin lagi deh ^^

Oia, kemarin saya membaca beberapa artikel tentang food stylish. Food stylish ini bukan sekedar orang yang pandai memasak, malah lebih ke arah mengatur makanan supaya kelihatan indah, enak dipandang plus bikin laper. Food stylish juga harus tahu dan bisa mengatur masalah fotografi, sudut pemotretan, cahaya, dsb. Kemarin, saya mencoba menjelma menjadi food stylish. Entahlah saya berhasil atau tidak. Apakah gambar diatas membuat anda lapar atau tidak? Jika ya, berarti saya berhasil ^^

Rabu, 30 November 2011

[Catatan sepulang les 29/11/2011]


Les korea saya hari ini meninggalkan sebuah renungan. Lebih tepatnya penasaran sih..
Mengapa wanita korea operasi plastik?
Mengapa wanita korea menikah di usia tua?

Jawabannya saya dapat dari les korea kali ini..

Di korea tradisional, wanita tidak boleh keluar rumah terlalu sering dan juga tidak boleh bekerja. Ketika sudah menikah, wanita korea hanya boleh di rumah saja. Jika ingin pergi keluar rumah, dia mengenakan seperti tudung (kain gitu, yg pernah liat sungkyukwan scandal pasti inget tudung yang di pake giseangnya itu). Tudung itu fungsinya agar dia gak ngelirik2 yang gak penting. Istilah kerennya 'jaga pandangan'. Ini oke juga si. Tapi kesannya jadi terlalu terbelenggu. Jaga pandangan itu menurut saya yang penting hati dan niatnya. Mata juga tetep ga bole jelalatan :9.

Selain itu, dalam segi kesempatan mendapatkan pekerjaan, laki-laki lebih diutamakan dari pada wanita. Hanya wanita yang benar-benar cerdas saja yang bisa mendapat pekerjaan. Namun setelah wanita itu menikah, maka dia harus berhenti dari pekerjaannya. Setinggi apapun pendidikan wanita, tetap yang lebih diutamakan laki-laki.

Sekarang masalahnya, mengapa wanita korea operasi plastik?

Rabu, 12 Oktober 2011

Seminggu yang lalu, pukul 19.00 malam...
선생님 (baca : sonsengnim. guru bahasa korea saya) menceritakan beberapa perbedaan kebiasaan orang korea dan orang Indonesia. Kebiasaan tersebut antara lain :

1. Kebiasaan berjalan
Orang korea paling suka berjalan cepat. Saya juga terkadang terkejut dengan kecepatan berjalan Sonsengnim. Saya termasuk penganut "pejalan cepat" di kalangan teman-teman saya. Saya sering gemes klo berjalan bersama teman yang jalannya sedikit lambat. Tapi, Sonsengnim berjalan 2 kali lebih cepat daripada saya. Heu.. Orang korea memang paling suka yang cepat-cepat. Termasuk internet. Jaringan internet di Korea merupakan yang tercepat di dunia. Ketika Sonsengnim ke Indonesia, internetnya jadi lemot abis. :-P
Namun, tidak selamanya cepat itu bagus. Sonsengnim bercerita, orang korea suka sekali yang cepat-cepat termasuk dalam membangun gedung atau jembatan. Tapi akibatnya, gedung dan jembatan di Korea kurang bagus kualitasnya. Beberapa kali terjadi kecelakaan akibat runtuhnya jembatan dsb.

2. Kebiasaan merokok
Di korea, apabila seseorang ingin merokok tidak boleh di sembarang tempat, apalagi kendaraan umum. Tersedia tempat tersendiri untuk orang merokok. Namun di Indonesia, ketika Sonsengnim naik angkot, bapak supirnya menyalakan rokok tapi tidak menghisapnya. Hanya dipegang dan dibiarkan begitu saya. Padahal asapnya sangat mengganggu anak-anak dan ibu hamil yang ada di angkot tsb. Heu.. 정말 담배 싫어

3. Kebiasaan membuang sampah

trash bag korea
Waaa.. saya paling takjub dengan kebiasaan yang satu ini. Di korea, setiap sampah rumah tangga harus dimasukkan di dalam trash bag yang berlabel yang berisi nama daerah sampah tersebut berasal. Trash bag yang dipakai juga bukan sembarang trash bag. Trash bag harus beli dengan harga yang lumayan mahal. Artinya semakin banyak kita membuang sampah (terutama sampah plastik), semakin banyak uang yang kita keluarkan untuk membeli trash bag. Sampah di sana dikelola dengan baik dan rapi. Selain itu, di korea sangat dilarang untuk membuang sampah sembarangan. Misalnya ketika di halte bus kita duduk sambil memakan permen lalu tidak sengaja membuang sampah permen sembarangan, maka kita bisa didenda oleh polisi sebanyak 30.000 won (1 won = 7-13 rupiah). Begitu pula jika membuang putung rokok sembarangan . Bisa di denda 30.000 won juga..

Bagaimana dengan kita?

Bisa juga kok. Mulai dari yang kecil dan mulai dari diri sendiri. Contohnya : membantu mengurangi  pemakaian plastik dengan cara membawa air minum dari rumah saja daripada membeli air minum dalam kemasan. Atau bisa juga dengan mengurangi penggunaan kantong plastik. Kalo lagi beli makan ato belanja di supermarket, lebih baik membawa tas sendiri dari rumah. Saya juga gitu kok. Bagaimana dengan anda? :-)

Kamis, 02 Juni 2011




Central Park. Manhattan. New York City. Menjelang sore.

Aku tersentak dari lamunan ketika sehelai daun maple berwarna kemerahan jatuh menimpa keningku. Musim gugur tahun ini seolah datang terlalu cepat. Langit terlihat masih membiru cerah dan bernoda kilau matahari. Tak jauh dari tempat dudukku, seorang gadis kecil menggesek biolanya memainkan Ode to Joy Beethoven di hadapan seorang lelaki tua berambut keperakan.

Hatiku berdesir iri melihat kehangatan yang terpancar di mata kakek dan gadis kecil itu. Mereka sama sekali tak terusik oleh musim gugur yang menyelinap diam-diam di balik dedaunan maple. Mataku terpejam. Mataku basah. Aku teringat pada kakekku. Kakek yang membesarkan aku selama setahun ketika aku menginjak kelas 4 SD. Beliau mengajarkanku menjadi gadis kecil yang lincah. Beliau mengajarkanku hakikat dari kebahagiaan. Bahwa kebahagiaan itu adalah tentang bersyukur.

Aku melangkahkan kaki menuju kedai Baggle di seberang jalan. Membeli sekeranjang besar baggle kemudian membawanya ke apartemenku yang tidak jauh dari Central Park. Aku kembali terduduk di meja kerjaku yang terletak di tepi jendela yang kubiarkan terbuka, membawa angin musim gugur yang sejuk. Mataku terpejam kembali. Sulit menghilangkan bayang-bayang kakek dari otakku.

Aku teringat hari itu. Tepat di hari ulang tahunku yang kesepuluh....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Copyright (c) 2010 Dyarilonia. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.